Sepenggal Episode Hidup

Aku gak mau nerima tawaran ini!
Gak mau!
Aku gak bisa mbak!
Gak akan bisa!

Berkali-kali ku lontarkan kalimat-kalimat penolakkan tersebut.
Aku ingat saat itu ialah kali ketiga penawaran itu datang.
Penawaran.. haha..
Rasanya kata pemaksaan lebih sesuai.

Dia bilang aku tidak percaya dengan pertolongan Allah yang akan datang kepadaku
Dia bilang aku tidak percaya bahwa saudara seimanku akan baik-baik saja tanpa kehadiranku
Apa dia menantangku dengan cara ini?
Bodoh bukan kepalang!
Air mata itu.. palsu! Semua palsu!
Malam itu… deras sudah air mataku

Waktu demi waktu berlalu
Kau tau?
Dia meninggalkanku
Dan kau tau bagaimana rasanya berjalan tanpa arah?
Aku memilih diam
Diam
Berfikir bahwa dia akan kembali datang menjemputku
Menuntun langkahku hingga keluar dari tebalnya kabut

Aku diam
Hingga aku berfikir bahwa badai pasti berlalu
Hingga aku membetot hati dan perasaanku
“Aku cukup kuat menahan ini”
Apa yang saudaraku fikirkan tentangku
Apa yang ibu bapakku pertanyakan setiap kepulanganku

Aku merangkak
Walapun tak tahu ke arah mana
Aku mendengar banyak suara memanggilku
Ternyata mereka
Saudara seimanku yang ingin menlongku
Rupanya Allah mengirim mereka

Mereka berlari kearahku
Menghampiriku
Namun mereka terus berlari
Hingga tak sanggup aku mengejarnya

Kembali aku sendiri dalam pekat kabut
Aku mengutuk gulita
Tak kumiliki apapun selain do'a sebagai senjata
Engkau adalah satu-satunya cahaya yang kupunya

Tidak ada aku menyalahkanmu Rabb-ku
Justru aku rasakan besarnya pertolonganMu
Ternyata,
Dia tidak sepenuhnya berbohong ketia dia berkata bahwa Engkau akan menolongku
Dia mungkin meninggalkanku
Tapi tidak dengan Engkau

Sungguh aku mohon ampun kepadaMu
Karena aku tidak ingin memperdulikannya lagi
Aku tidak memperdulikannya lagi
Tidak mau memperdulikannya lagi

Hingga hampir sampailah aku pada penghujung
Aku tau Engkaulah yang menggirngku hingga titik ini
Berjalan terlunta menembus kabut
Hingga ia menipis
Menipis
Hingga saat ini aku mulai meliht cahaya

Mungkin itulah episode baru kehidupanku
Aku tak ingin kembali ke dalam hutan itu
Aku tak ingin lagi terjebak dalam kabut itu
Sendiri
Hanya denganMu, dan pertolonganMu
Aku mohon
Atas segala kebodohanku yang berdiam dalam kabut selama ini
Terimalah taubatku




Komentar

Posting Komentar