Berbalas




From Nabil to Mba Ferdika :

Mba, mba percaya jodoh, kan? Jodoh seperti Fahri dan Aisyah yang dipertemukan di kereta. Itu kayak mba sama aku yang dipertemukan di asrama. Begitu mudah cara Allah mempertemukan kita mba. Semudah mba nawarin aku buat jadi RT mba, dan pada akhirnya semudah itu buat aku mengiyakan. Dan bener kan mba, sampai sekarang kita jadi pasangan SR dan RT terlanggeng seangkatan kita? Padahal mba dulu gak baik2 amat kan mba. Malah kita sering beberapa kali berantem, paling sering kalo aku udah langgar jamal dan berujung pada adu mulut masalah jam malam, dan yang gak akan terlupakan itu pas kejadian malam Earth Hour, mba. Pengakuan ini mba, emang aku yang ajak Piety sama Farah manjat pager. Dan aku juga merasa bersalah dan malu banget kok mba pas ketawan bapak satpamnya. Mba waktu itu pasti kecewa kan sama aku? Huhu aku sempet takut loh ketemu mba, makannya ngehindar mulu :p Tapi semua itu akhirnya berlalu juga kan, mba. Tapi ga ada yang berubah selain tempat tinggal aku dan mba. Mungkin intensitas ketemunya semakin jarang. Tapi aku seneng Allah sering banget menjodohkan aku buat ketemu sama mba, ntah di jalan, aku main ke lab, atau main ke asrama. Beribu terima kasih buat mba Edi, yang atas perbuatannya secara sadar/tidak, langsung/tidak membuat diriku sekarang seperti ini hehehe. Do’a robithoh selalu nabil panjatkan spesial buat mba. Semoga Allah selalu melimpahkan pahala dan kebaikan untuk, Mba

From Mba to Nabil :

Kamu pernah bertanya, apa saya percaya jodoh? Kamu bilang jodoh itu kaya Fahri dan Aisha yang ketemu di kereta. Yang awalnya nggak saling tahu, tapi Allah mempertemukannya. Dan seperti itulah kita, dipertemukan Allah di asrama. Dan ini bukan kebetulan kan? Pasti Allah sudah mengaturnya dengan sedemikian rupa.
Saat itu, bahkan pertama kali kamu menginjakkan kaki di asrama, saya nggak tahu lho. Beberapa anak yang akan menjadi adik lorong saya, saya tandai dan coba hafalkan sejak mereka sampai di asrama, bahkan beberapa saya antar ke kamar. Tapi kamu nggak. Orang nggak tahu.. Haha.
Saat soga pertama kali, perkenalan agak krik krik, nggak ada kelihatan suatu tanda apa gitu. Yah kenal, habis itu agak-agak lupa.
Baru pas mau pemilhan RT, saya mulai mencari-cari, bertanya-tanya, memperhatikan, dan entah kenapa sosokmu terlihat paling tepat untuk mendapatkan amanah tersebut. Haha, melalui sms yang kamu nggak inget, saya sksd. Cara tabayyun yang aneh. Tapi setelah kroscek beberapa temanmu, memang kamu yang paling tepat.
Akhirnya, kamu RT 3b. Saya yang pegang lorongnya dengan sebutan Mbak, panggilan akrab Mbak Eddi tiba-tiba melekat dari kalian untuk saya.. Haha, kompleks banget tau, saat memegang lorong 2a dan 3b. Apalagi kasus sepatu. Tapi saya suka tindakanmu. Daan, kasus memanjat pagar. Ya ampun, punya RT kok begini amat. Haha. Gemes banget!
Tapi, satu tahun di asrama A4, kamu benar-benar sangat membantu saya. Makasih lho ya. Bahkan pasca asrama, alhamdulillah kita masih saling bersilaturrahim. Kamu apa adanya. Saya sangat suka. Baik, penuh semangat, bisa masuk ke semua golongan, tapi kadang bandel. Bisa dewasa, tapi sering juga kekanakkan. Haha.
Makasih juga, sering nemenin di lab, sampai malam bahkan. Mau dengerin curhat, mau diajak makan, udah pernah nraktir, dan semua kebaikan yang tak tersebutkan. Thanks a lot.. Moga suatu saat bisa membalas kebaikanmu ya..
Seperti yang kamu bilang juga, kita adalah pasangan SR dan RT yang paling langgeng sampai sekarang. Sepertinya benar. InsyaAllah sampai nanti ya. Until Jannah.. Aamiin.

Uhibbuki fillah, Nabilah Amany.. :)
*************************

Bisa ae lah mba ini :3 lope yu to the moon and back because of Allah, too lah mba :*

Komentar

  1. Kok nangis baca ini 😭😭😭😭

    BalasHapus
  2. Kok nangis baca ini 😭😭😭😭

    BalasHapus

Posting Komentar