hi, 16, I'm already 18

-->
Hi, 18!
Sekarang saya genap berusia 18 tahun
Saya tahu saya sudah cukup dewasa, dan harus lebih dewasa hari ke hari
Saya sudah tahu mana yang benar dan yang salah namun sulit dalam hal penerapan
Saya sudah mau kulliah
Saya sudah merasa punya tujuan yang menurut saya cukup jelas
Tinggal berharap kelok-kelok kehidupan perkuliahan tidak membelokkan arah saya untuk menjadi apa yg saya inginkan
Saya sangat bersyukur dan cukup bangga atas segala pencapaian yang telah saya dapat selama 18 tahun kaki saya berpijak
Meski bukan dalam hal akademis  seperti yg ibu dan bapak inginkan, saya yakin mereka juga bangga dengan apa yang saya telah lewati
Ruang lingkup pergaulan saya tidak jauh dari ss pandawa dan teman-temen update.. mungkin hanya dengan mereka saya dapat berteman. Saya senang meski saya tidak mudah bergaul dan menjalin pertemanan, saya dianugrahi  beberapa teman yang menurut saya bias saya jadikan bahan pembelajaran. Saya bukan ansos sebenarnya, saya suka berdiskusi, suka bercengkrama seperti remaja normal, mungkin saya terlalu membatasi, saya terlalu gengsi, dan merasa cukup dengan ruang lingkup seadanya yang bias menerima saya apa adanya.
Selama 18 tahun saya hidup, masa SMA inilah yang menurut saya paling berharga. Dan mungkin jika saya menginjak usia 23, saya akan berkata masa kuliah lah yang paling berharga. Karena memang seperti itulah seharusnya hidup, menjadikan hari ke hari, jenjang ke jenjang semakin berharga.
Saya sudah punya cita-cita.
Tapi belum enak rasanya mengumbar sesuatu yang belum pasti, yang jelas, konsepnya sudah terputar jelas setiap saat di memori otak, jadi pemicu tiap waktu buat saya bergerak. Sangat berharap, ini bukan hanya konsep belaka.
Selama 18 tahun saya hidup, saya belum pernah bermimpi besar, sehingga belum pernah merasakan bagaimana mimpi jadi kenyataan.. sayang menyia-nyiakan ini semua. Saya hanya melakukan semua ini, bukan didasari mimpi, hanya didasari oleh kalimat-kalmat bodoh “kayaknya enak kalo gini” “kayaknya seru” dan saya melakukan itu
Mimpi.. Ujung-ujungnya antara tercapai dan gak tercapai.. ujung-ujungnya ya senang tak terdeskripsikan, atau sedih tak terdeskripskan. Seneng banget! Atau ancur banget! Mungkin pilihan2 itu yang membuat saya memilih untuk tidak bermimpi selama ini..
Dan di usia 18 ini, saya sudah tidak takut bermimpi, saya sudah siap jatuh sakit dan berterimakasihlah pada ombang ambing kehidupan SMA yang membuat saya punya pola pikir seperti ini.
Dan saya sangat berterimakasih karena saya telah dilahirkan di bumi.
Happy 18, from Nabilah Amany


Komentar